Kolaborasi untuk memperkuat edukasi konservasi terus dilakukan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Pada 18 Mei 2026, Balai Besar TNBBS bersama Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan WCS-IP melaksanakan “Sosialisasi Kegiatan Edukasi Konservasi di Kawasan TNBBS Periode 2026–2028” yang berlangsung secara luring dan daring di Kantor Balai Besar TNBBS, Kotaagung, Tanggamus, Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Balai Besar TNBBS Tahun 2025–2034 serta bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2026 antara Balai Besar TNBBS dan YABI.
Melalui program Edukasi Konservasi Berbasis Sekolah dan Komunitas “Training of Trainers” (ToT Teachers) dalam Proyek Scaling-up an Integrated Conservation Model for Tigers and Sustainable Livelihoods in Southern Sumatra (ITHCP), diharapkan semakin banyak guru, generasi muda, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam upaya pelestarian satwa liar dan habitatnya. Saat ini, kawasan TNBBS merupakan habitat penting bagi tiga satwa kunci Pulau Sumatera, yakni harimau sumatera, gajah sumatera, dan badak sumatera. Oleh karena itu, diperlukan aksi kolaboratif multipihak untuk melindungi kawasan ini agar tetap lestari bagi keanekaragaman hayati di dalamnya.





